PERTEMUAN 4: SISTEM MANAJEMEN DATABASE
A. KONSEP DASAR SISTEM
Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai pengertian database, media dan sistem penyimpanan data, sistem pengolahan data, dan organisasi database. Anda harus mampu:
- Definisi database
- Media dan sistem penyimpanan data
- Sistem pengolahan data
- Organisasi database
B. URAIAN MATERI
1. Definisi Database
Database (basis data) adalah kumpulan data yang saling terkait dan disimpan secara terorganisir untuk melayani berbagai aplikasi, meminimalkan redundansi, dan mendukung pemulihan serta pengaksesan yang efisien. Sejarah database dimulai pada tahun 1960-an dengan pengembangan sistem manajemen basis data (DBMS) pertama oleh Charles W. Bachman, dan mengalami perkembangan penting pada 1970-an melalui model relasional Edgar F. Codd.
a. Karakteristik Database
- Integrasi data: data disimpan secara terpusat dan saling berhubungan.
- Redundansi minimal: upaya mengurangi duplikasi data.
- Kontrol akses dan keamanan: hak akses dan autentikasi.
- Kemandirian data: data dapat diakses oleh berbagai aplikasi tanpa perubahan struktur.
b. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Meningkatkan akses dan respons data melalui bahasa kueri.
- Meningkatkan keamanan data dengan kontrol akses.
- Memungkinkan analisis dan integrasi data antar modul.
- Memfasilitasi penggunaan data bersama (concurrent access).
- Mendukung kemandirian data antar aplikasi.
Kekurangan
- Biaya tinggi: pembelian, pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak.
- Kompleksitas: memerlukan keahlian perancang dan DBA.
- Biaya konversi: migrasi dari sistem lama ke DBMS memerlukan biaya dan pelatihan.
2. Media dan Sistem Penyimpanan Data
Data disimpan pada berbagai media: tape magnetik (sequential), disk magnetik (direct access), dan optical media (CD/DVD). DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak yang mengelola database: membuat, mengubah, menyimpan, dan mengambil data. Administrator basis data (DBA) bertanggung jawab atas pengaturan dan keamanan database.
a. Penyimpanan Sekunder
Penyimpanan sekunder meliputi media yang menyimpan data secara persisten seperti hard disk, SSD, tape, dan CD. Sequential storage menulis/baca data secara urut (contoh: tape), sedangkan direct access memungkinkan akses acak ke record (contoh: hard disk, SSD).
3. Interaksi Penyimpanan Sekunder Melalui Pemrosesan
Terdapat dua model utama pemrosesan data:
- Batch processing: Mengumpulkan transaksi dan memprosesnya sekaligus pada waktu tertentu. Cocok untuk proses yang tidak memerlukan data real-time.
- Online/Real-time processing: Memproses transaksi satu per satu dan segera diperbarui pada database sehingga informasi selalu up-to-date. Digunakan pada sistem transaksi (e.g., sistem perbankan).
Integrasi logis menggabungkan catatan yang terdistribusi secara fisik menjadi representasi data yang konsisten. Teknik seperti indeks, file invers, dan struktur daftar terkait membantu akses cepat dan penggabungan data.
4. Sistem Pengolahan Data
DBMS adalah perangkat lunak yang mengelola data dan menjaga integritas antar tabel/file. Contoh DBMS: MySQL, PostgreSQL, Oracle, Microsoft SQL Server, dan Microsoft Access untuk PC.
a. Langkah Pembuatan Database
- Identifikasi kebutuhan data: Tentukan informasi yang perlu disimpan terkait proses bisnis.
- Deskripsi data: Buat kamus data (data dictionary) yang menjelaskan elemen data dan relasinya.
- Pengisian data: Masukkan data ke DBMS melalui antarmuka, impor file, atau input manual.
b. Akses dan Query
Pengguna atau aplikasi mengambil data menggunakan bahasa kueri (mis. SQL). Query memungkinkan pengambilan, penyaringan, penggabungan, dan pengolahan data sesuai kebutuhan laporan atau analisis.
5. Organisasi Database
Organisasi data mencakup struktur level seperti: sistem basis data > basis data > file/tabel > record > field > byte > bit. Model data klasik meliputi:
- Hierarchical Model: Struktur pohon (parent-child).
- Network Model: Struktur graf dengan relasi many-to-many.
- Relational Model: Basis data disusun dalam tabel dengan relasi melalui kunci (paling umum digunakan saat ini).
a. Masalah pada Database Tradisional
- Duplikasi data dan inkonsistensi.
- Sulit mengakses data yang terpisah.
- Masalah keamanan dan fleksibilitas terbatas.
b. Manfaat Organisasi Data Modern
- Kecepatan akses dan kemudahan penggunaan.
- Peningkatan efisiensi operasional.
- Akses simultan untuk banyak pengguna.
- Keamanan dan akurasi data yang lebih baik.
C. SOAL LATIHAN/TUGAS
- Apa definisi database yang Anda ketahui?
- Sebutkan dan jelaskan sistem penyimpanan data!
- Apa itu sistem pengolahan data? Beri contoh perbedaannya antara batch dan online.
- Apa yang dimaksud dengan organisasi database? Jelaskan model-model organisasi data.
- Sebutkan keuntungan dan kerugian penggunaan database dalam organisasi.